HUJAN DI BULAN JUNI
Hujan Bulan Juni
Di kelembutan pagi, udara mengalir memenuhi kekosongan alam di sekitar rumahku. Terdengar suara kokokan si jago di kandang milik Rangga anak keempat yang kini duduk di bangku kelas 3 SD. Pertanda akan datangnya waktu shubuh. Dan benar adanya,5 menit berselang terdengar ramai azan berkumandang dari muazin di masjid Al-jihad Waingapu dan sekitarnya
Memanggil umat untuk segera menghadap Allah SWT pemilik jagad raya ini. Bersujud mengharapkan rahmat dari sang Pencipta jagad. Kusegera bangun, dan membangunkan semua penghuni rumah untuk menunaikan shalat Subuh. Bertakbir, berzdikir, dan membuka akses ke atas memohon ampunan dan rahmat serta rudha dari-Nya atas nikmat dan karunia-Nya sehingga kita masih bisa menghirup udara pagi.
Seperti biasanya seusai shalatku bergegas menyiapkan secangkir kopi panas untuk melengkapi kehangatan pagi sambil tilawah melantunkan baris demi barus ayat Allah SWT/Al-Qura'an dengan irama muratal dalam nada kurdi nan lembut memecah kesunyian pagi. Bagiku rumah tanpa lantunan ayat-ayat Al-Qur'an bagaikan gua yang sepi tanpa penghuni. Ia ibarat cahaya yang menerangi kegelapan malam. Inilah nutrisi qalbun yang sanggup membangkitkan semangat pagi dalam beraktivitas. Inilah yang sering kusampaikan pada peserta didik " Awalilah kegiatanmu dengan shalat shubuh dan tilawah".
Seusai tilawah pagi kusingkap daun-daun jendela. Kutatap alam sekelilingku. Langit mendung dan awan pekat. Tidak seperti hati-hari sebelumnya. Tak lama kemudian bunyi guntur yang mengemuruh di atas langit Waingapu, diikuti kilat menyambar. Dan Subhanallah.. WA masya Allah.. Hujan deras mengguyur kota Waingapu di pagi ini. Yah hujan di bulan Juni.
Hujan pun agak redah ku berangkat ke sekolah dengan penuh tanya tanpa jawab masih adakah hujan di bulan Juni?.
Tidak bisa dimungkiri bahwa hujan adalah rahmat dari Allah yang taK terhingga untuk semua makhluk di maya pada ini. Air Hujan adalah tergolong benda mati namun sangat penting dibutuhkan oleh semua makhluk hidup sehingga Allah SWT mengutus malaikat-Nya khusus untuk mengaturnya.
Kita manusia membutuhkan air dan air itu sumbernya dari hujan. Semua tanaman pohon-pohon dan bunga bahkan kodok pun turut riang gembira dan menanti hujan. Dan bila waktunya hujan akan tiba maka ia pun berdzikir sepanjang malam sebagai tanda syukur kepada yang maha rahman. Namun kebanyakan manusia lalai dari syukur yang ada hanyalah keluh kesa. Jika hujan terlalu berlebihan juga mendatangkan banjir yang bakal merusak prmukiman warga dan bila kekurangan hujan pun semuanya pasti kering mengakibatkan kemarau panjang dan beakibat fatal bagi keberadaan habitat semua flora dan juga fauna.
... Jika Allah menghendaki maka segala sesuatu itu pasti terjadi atas izin Allah SWT. Di jalanan yang kemarin kering penuh debu kini pohon-pohonan dan bunga-bunga bermekaran berseri seolah ikut mengucapkan rasa syukur atas siraman rahmat dari-Nya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. "Fabiayyi alaa irobbikuma tukadziban" Qur'an surah Ar-Rahman ayat:13
Suasana madrasah ku pagi ini bak musim hujan. Maka hujan pun turun lagi amat derasnya di Lab komputer semua teman wali kelas sedang aibuk-sibuknya mengolah nilai siswa dan ku memilih untuk menyelesaikan tugasku di perpustakaan madrasah.
Hari ini kami bertiga bersama bapak Jadin dan bu Muslimah rencana berangkat ke kantor Dinas Pendidikan untuk konsultasi kenaikan pangkat dan kusendiri mengambil SK berkala di bu Ira. Berangkatlah kami bertiga namun di tengah jalan tak terbayangkan sebelumnya hujan datang dengan lebatnya . Tak ada tempat buat beteduh, kami terus melaju dan tak bisa terelakkan lagi kami kehujanan.
Sebetulnya ku kesal dan berguman dasar hujan tidak dapat membaca. Tapi Alhamdulillah untung hujan kalau api gimana ayo. Kami pun masuk di kantor dalam keadaan setengah basah. Setelah mengambil SK kami pun pulang dalam derunya rintik. Alhamdulillah'ala kuli hal. Inilah pengalamanku di hari ini. Hari pertamku dalam menjawab tantangan dari sang guru bloger yang baru selesai menjalani ujian doktor. Dengan kata mutiaranya " Menulislah setiap hari dan buktikan hasilnya". (OmJay) . Satu hari satu tulisan dalam kurun waktu 30.hari ala bisa karena biasa. Semoga tetap istiqomah. Salam bloger persahabatan.
Waingapu, 10 Juni 2022
MasyaAllah indah banget ceritanya😍
BalasHapusTrimakaai yaa
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus